Pertanyaan:
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya:
Apa yang anda nasehatkan kepada orang yang bekerja bersama orang kafir?
Jawaban:
Kami nasehatkan kepada saudara yang bekerja bersama orang-orang kafir...
Hendaklah mencari tempat pekerjaan yang disana tidak terdapat musuh-musuh Allah, orang-orang yang beragama selain agama Islam
Bila hal itu kita dapatkan, memang itulah yang semestinya
Namun bila kita sulit mendapatkanya, maka hal itupun tidak berdosa
Karena baginyalah amalan dia dan bagi merekalah amalan mereka
Akan tetapi dengan syarat;
Hatinya tidak boleh ada rasa kasih-sayang, cinta dan loyal kepada mereka tanpa haq (dakwah)
Dan harus senantiasa berpegang dengan syari’at dalam perkara-perkara yang berkaitan dengan memberi salam kepada mereka atau menjawab salam dari mereka dan yang semacamnya
Demikian juga tidak boleh mengantar jenazah mereka, tidak mendatanginya, tidak turut dalam hari-hari raya mereka dan tidak mengucapkan selamat kepada mereka
Dengan selalu berda’wah kepada mereka, kepada Islam dengan segenap kemampuan
[Disalin dari kitab Majmu’ Fatawa Arkanil Islam, edisi Indonesia Majmu Fatawa Solusi Problematika Umat Islam Seputar Akidah dan Ibadah, oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, Terbitan Pustaka Arafah]
Kamis, 23 Juli 2009
Minggu, 12 Juli 2009
Barangsiapa Bersyukur (Kepada Allah), Sesungguhnya Ia Bersyukur Untuk Dirinya Sendiri
وَلَقَدْ آتَيْنَا لُقْمَانَ الْحِكْمَةَ أَنِ اشْكُرْ لِلَّهِ وَمَن يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ
“Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmah kepada Luqman,
yaitu: "Bersyukurlah kepada Allah.
Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri;
dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji"
(Q.S. LUQMAN:12)
~ ~ ~
Alhamdulillah...
Betapa nikmat pada diri kami begitu berlimpah tiada habis...
Betapa puji syukur kami takkan pernah cukup...
Alhamdulillah....
Alhamdulillah....
Alhamdulillah....
“Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmah kepada Luqman,
yaitu: "Bersyukurlah kepada Allah.
Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri;
dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji"
(Q.S. LUQMAN:12)
~ ~ ~
Alhamdulillah...
Betapa nikmat pada diri kami begitu berlimpah tiada habis...
Betapa puji syukur kami takkan pernah cukup...
Alhamdulillah....
Alhamdulillah....
Alhamdulillah....
[Kado Pernikahan] "Menjadi Pasangan Paling Berbahagia"
Ungkapkan Kemesraan Kita Padanya
· Membiasakan menciumnya mesra dalam tiap kesempatan
Sembari memejamkan mata, menghayati tiap perjumpaan
Selama tidak terlihat orang lain
Dari ‘Aisyah,
Bahwa Nabi biasa mencium istrinya setelah wudhu’, kemudian beliau shalat dan tidak mengulangi wudhu’nya” (HR ‘Abdurrazaq)
Dari Hafshah, putri ‘Umar,
“Sesungguhnya Rasulullah biasa mencium istrinya sekalipun sedang puasa” (HR. Ahmad)
Diriwayatkan oleh �Aisyah radhiyallahu �anha bahwa ia berkata:
Rasulullah shallallahu �alaihi wasallam pernah mencium salah seorang istri beliau kemudian berangkat menunaikan shalat tanpa memperbaharui wudhu" (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)
· Membiasakan pula mengecup keningnya
Mengutarakan betapa kita menghargai dan mengasihinya
· Membiasakan pula mengecup bibirnya
Betapa kita butuh dan berharap akan dirinya
· Sering-sering cium tangan sang suami
Buktikan betapa sang istri menghormati dan taat pada suaminya
· Sering-sering tatap wajah sang istri dalam-dalam saat berdua (menatap lekat-lekat matanya lembut)
o Perhatikan, nikmati kecantikanya dalam-dalam...
Betapa cantik (manis) ia, anugerah tiada terkira
Betapa ia semakin hari semakin manis (anggun) dimata kita
Betapa kita semakin mencintainya, cinta yang begitu membuncah untuknya
Mengingat semakin bertambah usia, maka kecantikan sang istri akan semakin pudar, namun hakikat cinta bukanlah pada fisik semata melainkan kemuliaan dibalik itu
Kau Tetap Cantikku
Sayangku…
Kuraba keningmu
“Kau tetap cantikku”, kataku
Garis ini setangkai mawar luka
Di renda-renda alismu berarak
Lalu kukecup keningmu
Mulai tergenang, sebagaimana biasa sudut matamu mulai basah
Kau teteskan air mata
Lalu banjirpun tumpah
Kuusap lembut pipimu tergenang
“Kau tetap rembulanku”, kataku menghibur
secelurit rembulan kuyu kau tetap kurajuk
“Kau tetap cantikku”, kataku
o Dalam remang-remang, angkat dagu sang istri, tatap matanya dalam-dalam, katakan betapa kita sayang padanya, kemudian cium lembut bibirnya...
o Senantiasa berterima-kasih, betapa ketaatan dan kebaikanya selama ini begitu berlimpah
· Rasakan kita tiada bosan-bosan terus menatapnya...
o Menatap lentik bulu matanya, membaca cerah pintu hatinya
o Mengelus lembut pipi dan bibirnya
o Merasakan lembut kulitnya, menyentuh dan membelainya mesra
+ Tulus teruntuk membahagiakan sang istri
o Tatap matanya dalam-dalam, salurkan perasaan kita penuh...
”Tatap matanya tapi elus lembut hatinya...” (terutama saat kita berbicara denganya)
o Sampaikan (juga ucapkan secara jelas ditelinganya) betapa kita menyayanginya...
o Dan kadang jadi gemes, coba acak-acak rambutnya...
+
+ Biarkan juga jika ia balas mengacak-acak rambut kita dan bermain-main gemes denganya
· Perhatikan, dan nikmati senyumnya...
Keceriaanya
Kebahagiaanya
Ketulusanya
"Kau Jelita
Pagi tak bersisa
Sejak kulihat tiga lengkung warna pelangi diwajahmu
Engkau jelita besemu merah
Meski pipimu patah
Kicau burung gaduh
Senyummu tetap menarik
Di alismu lentik
Ada awan-awan kecil berarak
Meski kecil, senyum tipis tetap berarti…"
· Gandeng tanganya saat kita berjalan bersama (berada di khalayak ramai)
* Biasakan jalan-jalan ditaman bergandengan mesra
* Genggam erat tangannya saat berada di tempat umum atau ramai
o Menggandeng tanganya walau kita sedang bersama teman-teman kita
o Rangkul sang istri disekitar pinggangnya
* Rasakan betapa getar kemesraan kita saat bersentuhan denganya
o Betapa kita butuh terus berpegangan lebih erat denganya
o Pastikan kita terus kontak fisik dengannya
+ Buat ia merasa bangga bisa sellau disamping kita dan tak ingin �lepas� dari genggaman kita
* Genggam erat tanganya dan kecup tanganya saat kita berduaan denganya
o Genggam tanganya lembut disaat-saat tertentu, hal-hal kecil yang akan menumbuhkan rasa cintanya
* Memandangnya seolah-olah hanya ia satu-satunya wanita yang bisa kita lihat saat itu
o
o Buat ia menjadi seorang wanita teristimewa dan paling berbahagia, betapa kita hanya ingin membuatnya bahagia
· Biasakan berasyik-masyuk, bersandar tiduran di pangkuanya bermesra
Dari ‘Aisyah ia berkata,
“Nabi biasa meletakkan kepalanya dipangkuanku walaupun aku sedang haidh, kemudian beliau membaca Al-Qur’an” (HR ‘Abdurrazaq)
· Beri sentuhan-sentuhan yang dibutuhkanya...
o Biasakan mandi bersama denganya tiap ada kesempatan
Dari Aisyah, ia menceritakan, “Aku pernah mandi bersama Rasulullah dalam satu bejana...” (HR. Bukhari dan Muslim)
#
Semisal di bathtub yang kita isi air hangat, ajak ia berendam disana. Gosok punggungnya lembut, beri pijatan yang akan membuatnya santai
o Pijat bagian tubuh yang disukainya, potong kuku dan jari kakinya, rapikan rambutnya
o Membiasakan saling menyisirkan rambut
Dari ‘Aisyah, ia berkata,
“Saya biasa menyisir rambut Rasulullah, saat itu saya sedang haidh” (HR Ahmad)
o Keramaskan rambutnya
o Saling memandikan
o Memotongkan rambutnya (kalau istri bisa)
o Membiasakan pijat atau garuk punggung dan kakinya
o Melepas leleh setelah seharian beraktifitas sembari bercengkrama
· Beri jatah waktu rutin pelaksanaan sentuhan-sentuhan ini, minimal:
o Tiap ba�da shalat berjamaah
o Tiap kita mau berangkat beraktifitas dan pulang beraktifitas
o Dan tiap saat bertemu atau hendak berpisah denganya meski cuma sebentar
o Tiap bercengkrama sebelum tidur
o Setiap mata kita menatapnya, rasakan betapa hati bergetar bergelora...
· Membiasakan mengatakan,”aku sayang kamu” tanpa bosan tiap bertemu denganya penuh rindu
o Sering-sering membisikkan kata-kata cinta, mesra dan godaan di telinganya
+ Tak bosan-bosan mengatakan padanya bahwa kita sangat mencintainya mengharap kebaikan untuknya
+ Buat ia tahu betapa kita mencintainya dan betapa berartinya ia bagi diri kita
+ Ekspresikan rasa cinta kita dengan kata-kata sepenuh perasaan, sepenuh kesungguhan, dan seluruh tubuh kita
o Ucapkan kata cinta spontan (bisikan mesra) di tempat umum yang ia takkan menduganya
+ Menunjukkan rasa kasih-sayang dan perhatian kita ketika bersamanya walau di depan khalayak ramai (muka umum)
o Dimanapun dan kapanpun secara spontan, kreatif penuh perasaan ucapkan rasa cinta kita dengan kata-kata terindah untuk sang istri
+ Menjaga sennatiasa bersikap spontan dan alamiah (dari hati terdalam kita)
+ Dan rasakan hidup bersamanya jadi terasa lebih indah, menarik dan ceria
o Rayu ia, dan biarkan ia balas merayu kita
o Ucapkan secara langsung di telinga istri, seperti melalui bisikan mesra
o Contoh variasi:
"Saat sang istri menyiapkan sarapan atau saat lagi masak di dapur secara dadakan kita beri pelukan manis (dekapan sayang) yang menentramkan, serta ungkapkan rasa cinta disertai ciuman hangat"
· Membiasakan memeluknya rutin sebelum kita mau melakukan aktivitas harian dan tiap habis pulang beraktivitas
o Menjadikan kebiasaan untuk sering merangkulnya, memeluknya, mengasihinya...
o Beri jatah rutin pelukan setiap hari;
Tiap habis shalat: subuh, dhuhur, �ashar, maghrib dan isya� dan shalat berjamaah lainya
Jika tidak berkesempatan bisa satukan 2 atau 3 pelukan dalam satu waktu luang (yang penting kualitasnya)
o Beri pelukan hangat pada tempat yang ia takkan menduga kita akan melakukanya
+ Pelukan dan ciuman lembut yang tiba-tiba, tidak seperti biasanya
o Ungkapkan betapa terasa damai dan tenteram saat berada dalam pelukan bersamanya
o Rasakan diri kita dengan istri begitu dekat satu sama lain, merasa tentram, saling mendukung dan saling mencintai
+ Ditambah wajah yang selalu sama-sama berseri maka akan membuat kita berdua tampak sebagai pasangan paling berbahagia dan begitu saling mencintai
"Ranum senyummu
Kupeluk-cium kau cintaku basah
Merangkum seluruh hadiah yang kukumpul
Untaian manik cahaya di matamu itu laut
Sedang kecantikan itu lukisan
Kulukis kau seindah mungkin
Kulantunkan untukmu, kenangan kita masih perawan
Mencintaimu hingga resah
Kau mutiara tak tertandingkan
Kuangankan kau
Dengan warna terindah yang hanya bermukim dimimpi"
· Juga membiasakan untuk menulis;"aku sayang kamu” sepenuh perasaan...
o Buat ia merasakan betapa perasaan meluap meluber lewat goresan pena untuknya
o Buat blog khusus berdua "tentang kehidupan kita berdua denganya sehari-harinya"
o Untuk postingan yang hanya perlu diketahui berdua, posting dalam mode private (pastikan tidak salah waktu kita klik posting, atau segera delet jika terlanjur)
o Tulis dimana-mana (seperti seorang anak muda yang sedang kasmaran)
Taruh di meja belajarnya
Selip di buku yang sedang dibacanya
Diatas baju di almari yang mudah dilihatnya
Didalam tasnya
Selipkan dalam kemejanya
Ditulis di kaca riasnya (dengan lipstiknya misalnya)
Di dapur: di rak kulkas, dipintu kulkas, digelas kesukaanya, dibuku resepnya (sekalian tulis; "terima-kasih sayang atas masakanya selama ini")
Diatas bantal/kursi kesukaanya
Di kamar mandi; dipintu , dihanduknya.,dikaca kamar mandi, diukir di sabun mandi
Diatas telephon
Dikamar tidur; dikasur, diatas bantal
Reminder HP-nya, SMS dan MMS
Di kendaraan
Dengan kartu-kartu cantik
Atau secarik kertas yang kita tempel di kulkas/pintu kamar dll
o Gunakan segala kreativitas kita dan biarkan sang istri menemukan pesan cinta kita ditempat tak terduga dan nikmati keasyikanya
o Buat hatinya selalu berbunga-bunga bahagia walaupun dengan cara agak norak (demi membahagiakanya)
o Dengan menulis insya Allah kita akan merasakan dorongan untuk bisa terus mewujudkanya secara istiqomah
o Variasi:
Seperti saat kita di tempat kerja, coba untuk...
o Mengirim surat cinta padanya lewat pak pos atau titip kepada siapa
Isinya bisa juga tentang kenangan saat meng-khitbah/ijab-qabul dirinya dan saat mulai mengenalnya
o Bisa juga dikirim via email, SMS, MMS atau E-card
o Telphon mendadak, "sudah kangen"
o Tanya kabar sang istri di rumah
o Katakan saat ini jika kita sedang memikirkanya
o Ngomong suatu hal yang menarik baginya
o Atau hanya ingin katakan pada sang istri, "aku sayang kamu"
o Kirim sms mesra menggodainya
· Petikkan setangkai bunga (dari halaman rumah) setiap pulang beraktivitas jika ia suka (tanpa bermaksud meniru orang kafir, sebab hal ini sudah umum; disukai kaum wanita), sebagaimana hadist ini...
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
+
“Siapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk golongan mereka” (Diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Daud, dishahihkan oleh Al Albany, lihat “Irwaul Ghalil“, no. 1269 dan “Shahihul Jami’” no. 6149)
o Tiap pagi petikkan bunga ditaman untuknya, taruh ditempat riasnya
Selipkan bunga segar di almari, diatas tempat tidur, selipkan di buku/kitabnya
o Dan beri bunga khusus saat lama tak ketemu atau habis bepergian jauh
· Buat puisi khusus untuknya
o Kirim/titip pos atau orang lain, atau berikan langsung atau langsung saja kita bacakan untuknya penuh perasaan
o Memintanya menanggapinya
Dan kalau bisa dalam bahasa yang sama (puisi) dan saat itu juga...
Memintanya untuk mengumpulkanya (buat berkas dan diary khusus)
· Buat daftar hal-hal yang membuat kita semakin mencintainya
Berikan daftar itu padanya, biarkan ia tahu dan semakin berbunga-bunga
Dengan cara sedikit konyol, sekaligus untuk memacu kebaikanya
· Memberikan variasi sentuhan yang berbeda ditiap kesempatan
“Adalah Rasulullah tidaklah setiap hari melainkan beliau mesti mengelilingi kami semua (istrinya) seorang demi seorang. Beliau menghampiri dan membelai kami dengan tidak mencampuri hingga beliau singgah ke tempat istri yang beliau giliri waktunya, lalu beliau bermalam di tempatnya” (HR Ahmad)
o Tempat, suasana, hiasan dan waktu yang berbeda-beda
o Yang senantiasa menyenangkan dihatinya
o Pakai wewangian atau pakaian yang disukainya
Atau biarkan sang istri yang memilihkan
o Berhias untuk sang istri sebagaimana kita juga senang jika ia berhias untuk diri kita
· Dan dimanapun ada kesempatan terus merayu istri, mencandainya, dan bermain-main denganya
Rayu ia, biarkan ia balas merajuk...
"Pada suatu ketika aku ikut bersama Rasulullah shallallahu �alaihi wasallam dalam sebuah lawatan. Pada waktu itu aku masih seorang gadis yang ramping. Beliau shallallahu �alaihi wasallam memerintahkan rombongan agar bergerak terlebih dahulu. Mereka pun berangkat mendahului kami. Kemudian beliau berkata kepadaku: "Kemarilah! sekarang kita berlomba lari" Aku pun meladeninya dan akhirnya aku dapat mengungguli beliau. Beliau shallallahu �alaihi wasallam hanya diam saja atas keunggulanku tadi. Hingga pada kesempatan lain, ketika aku sudah agak gemuk, aku ikut bersama beliau dalam sebuah lawatan. Beliau shallallahu �alaihi wasallam memerintahkan rombongan agar bergerak terlebih dahulu. Kemudian beliau menantangku berlomba kembali. Dan akhirnya beliau dapat mengungguliku. Beliau tertawa seraya berkata: "Inilah penebus kekalahan yang lalu!" (HR. Ahmad)
o Membiasakan bersenda gurau denganya
+ Saling berjenaka dan bersenda-gurau
+ Senyum tertawa riang bersama
+ Menceritakan berbagai lelucon yang bisa membuatnya senyum simpul tergelitik tawa
o Kadang berpura-pura bodoh (manja) dengan menanyakan ini-itu yang menarik baginya
+ Melontarkan humor-humor segar yang membuatnya geli
o Temukan kegiatan yang bisa kita nikmati berdua bersamanya, baik kegiatan luar ruangan maupun dalam ruangan (aktivitas bersama yang bisa dilakukan penuh gembira dan kekraban)
o Berusaha senantiasa menghadirkan suasana yang segar, hangat dan menyenangkan bagi istri kita (suasana berdua yang hangat dan romantis), bagi anak kita (bercanda bermain) di rumah kita Berusaha pandai membawa suasana yang segar, hangat seperti :
+ Membersihkan rumah bersama
+ Memasak bersama
+ Bermain-main dihalaman bersama
+ Main kuis/tebak-tebakan
+ Berolah-raga bersama
+ Jalan-jalan bersama
+ Main petak umpet sehabis suami pulang (saat lelah letih coba dibuat bingung mencari kehadiran sdang istri sampai kelelahan mencari, setelah lama nggak ketemu baru sang istri muncul dengan senyum ceria dan katakan..."SUPRISE" ^_^)
o Sambil bermain bisa asyik santai bercanda, dan beri kejutan untuknya jika ia yang menang
· Bila cuaca sejuk, jangan lupa rapatkan diri kita padanya
o Biarkan kehangatan tubuh kita menghangatkan jiwanya
o Tidak lupa adab-adab dan do�anya
o Buat ia tak merasa segan saat menginginkanya
o Memuaskan kebutuhan istri dan memahami keinginanya
Pahami gerak-gerik dan kode istri yang jadi kesepakatan sebelumnya
Berusaha peka (memahami) isyarat-isyarat yang ada padanya
o Senantiasa mengiringi takbir dan tasbih ditiap tarikan nafas
o Seorang istri terbaik adalah istri yang melepaskan sifat malunya saat ia membuka bajunya dihadapan suaminya, dan memasang kembali sifat malunya ketika dia memakai kembali pakaiannya
Berusaha menjadi “penggoda” (genit) didepan suami sendiri
Tak perlu malu-malu, untuk membuka pakaian didepan suami
Dan juga percakapan yang hanya boleh untuk suami-istri
· Tiap akan meninggalkan rumah tatap dalam-dalam matanya
o Beri senyuman termanis (terbaik) yang bisa kita berikan
o Serta kedipan sayang penuh harap
o Beri sentuhan terbaik setiap saat
o Mengutarakan betapa ia begitu berharga dan betapa kita bahagia bersamanya, sembari mengingat...
"Bagaimana seandainya sang istri tidak dipersunting oleh suami yang dicintainya saat ini"
"Dan bagaimana seandainya sang suami tidak dipertemukan dengan permata berharganya saat ini"
· Ajak ia bersama-sama mengusahakan cari ide dan cara yang lebih mengasyikkan demi kemesraan berdua
Rasakan kita semakin sayang setiap hari padanya
Rasakan keharmonisan dan keceriaan hidup bersamanya
Nyalakan Lentera Bahtera Kita
Adindaku, mari kita menangis
Menyusuri lorong sunyi
Biarlah kita tebus bahagia dengan kengiluan
Kita terima guratan kesedihan
Terus kita kayuh rakit ketengah-tengah danau
Kita nyalakan lentera harapan diatasnya
Kita jaga sedemikian rupa
Biarkan hati turut bercahaya
Dan dosa menjadi debu-debu
Nurani kita meluap…
Menjadi pendengar yang baik (pendengar aktif) serta menghargai nasehat dan perasaanya
· Pahami; "ia lebih banyak bicara dengan perasaanya..."
o Berikan istri kita kebebasan untuk mengungkapkan segala unek-unek dan perasaanya (termasuk keluhan, kemarahan, harapan dan kekecewaanya)
+ Berusaha jadi pendengar yang baik agar kita bisa lebih memahami isi hati dan masalah yang dihadapi istri kita
+ Jangan pernah kita biarkan istri kita memendam perasaanya karna merasa malu atau segan, jangan biarkan istri kita membungkam mulut karna merasa takut, serta jangan biarkan istri kita selalu mengalah karna ingin menghindari konflik dengan diri kita
o Dengarkan perkataanya penuh seksama, tatap lekat-lekat matanya
o Tunjukkan bahwa kita benar-benar memperhatikanya
o Sering-sering menimpali, "betul sayang"
o Dan untuk menunjukkan kesungguhan perkataan kita, sembari kita pegang/sentuh tubuhnya menguatkanya
+ Mengarahkan seluruh tubuh kita padanya ketika ia sedang bic
· Membiasakan menciumnya mesra dalam tiap kesempatan
Sembari memejamkan mata, menghayati tiap perjumpaan
Selama tidak terlihat orang lain
Dari ‘Aisyah,
Bahwa Nabi biasa mencium istrinya setelah wudhu’, kemudian beliau shalat dan tidak mengulangi wudhu’nya” (HR ‘Abdurrazaq)
Dari Hafshah, putri ‘Umar,
“Sesungguhnya Rasulullah biasa mencium istrinya sekalipun sedang puasa” (HR. Ahmad)
Diriwayatkan oleh �Aisyah radhiyallahu �anha bahwa ia berkata:
Rasulullah shallallahu �alaihi wasallam pernah mencium salah seorang istri beliau kemudian berangkat menunaikan shalat tanpa memperbaharui wudhu" (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)
· Membiasakan pula mengecup keningnya
Mengutarakan betapa kita menghargai dan mengasihinya
· Membiasakan pula mengecup bibirnya
Betapa kita butuh dan berharap akan dirinya
· Sering-sering cium tangan sang suami
Buktikan betapa sang istri menghormati dan taat pada suaminya
· Sering-sering tatap wajah sang istri dalam-dalam saat berdua (menatap lekat-lekat matanya lembut)
o Perhatikan, nikmati kecantikanya dalam-dalam...
Betapa cantik (manis) ia, anugerah tiada terkira
Betapa ia semakin hari semakin manis (anggun) dimata kita
Betapa kita semakin mencintainya, cinta yang begitu membuncah untuknya
Mengingat semakin bertambah usia, maka kecantikan sang istri akan semakin pudar, namun hakikat cinta bukanlah pada fisik semata melainkan kemuliaan dibalik itu
Kau Tetap Cantikku
Sayangku…
Kuraba keningmu
“Kau tetap cantikku”, kataku
Garis ini setangkai mawar luka
Di renda-renda alismu berarak
Lalu kukecup keningmu
Mulai tergenang, sebagaimana biasa sudut matamu mulai basah
Kau teteskan air mata
Lalu banjirpun tumpah
Kuusap lembut pipimu tergenang
“Kau tetap rembulanku”, kataku menghibur
secelurit rembulan kuyu kau tetap kurajuk
“Kau tetap cantikku”, kataku
o Dalam remang-remang, angkat dagu sang istri, tatap matanya dalam-dalam, katakan betapa kita sayang padanya, kemudian cium lembut bibirnya...
o Senantiasa berterima-kasih, betapa ketaatan dan kebaikanya selama ini begitu berlimpah
· Rasakan kita tiada bosan-bosan terus menatapnya...
o Menatap lentik bulu matanya, membaca cerah pintu hatinya
o Mengelus lembut pipi dan bibirnya
o Merasakan lembut kulitnya, menyentuh dan membelainya mesra
+ Tulus teruntuk membahagiakan sang istri
o Tatap matanya dalam-dalam, salurkan perasaan kita penuh...
”Tatap matanya tapi elus lembut hatinya...” (terutama saat kita berbicara denganya)
o Sampaikan (juga ucapkan secara jelas ditelinganya) betapa kita menyayanginya...
o Dan kadang jadi gemes, coba acak-acak rambutnya...
+
+ Biarkan juga jika ia balas mengacak-acak rambut kita dan bermain-main gemes denganya
· Perhatikan, dan nikmati senyumnya...
Keceriaanya
Kebahagiaanya
Ketulusanya
"Kau Jelita
Pagi tak bersisa
Sejak kulihat tiga lengkung warna pelangi diwajahmu
Engkau jelita besemu merah
Meski pipimu patah
Kicau burung gaduh
Senyummu tetap menarik
Di alismu lentik
Ada awan-awan kecil berarak
Meski kecil, senyum tipis tetap berarti…"
· Gandeng tanganya saat kita berjalan bersama (berada di khalayak ramai)
* Biasakan jalan-jalan ditaman bergandengan mesra
* Genggam erat tangannya saat berada di tempat umum atau ramai
o Menggandeng tanganya walau kita sedang bersama teman-teman kita
o Rangkul sang istri disekitar pinggangnya
* Rasakan betapa getar kemesraan kita saat bersentuhan denganya
o Betapa kita butuh terus berpegangan lebih erat denganya
o Pastikan kita terus kontak fisik dengannya
+ Buat ia merasa bangga bisa sellau disamping kita dan tak ingin �lepas� dari genggaman kita
* Genggam erat tanganya dan kecup tanganya saat kita berduaan denganya
o Genggam tanganya lembut disaat-saat tertentu, hal-hal kecil yang akan menumbuhkan rasa cintanya
* Memandangnya seolah-olah hanya ia satu-satunya wanita yang bisa kita lihat saat itu
o
o Buat ia menjadi seorang wanita teristimewa dan paling berbahagia, betapa kita hanya ingin membuatnya bahagia
· Biasakan berasyik-masyuk, bersandar tiduran di pangkuanya bermesra
Dari ‘Aisyah ia berkata,
“Nabi biasa meletakkan kepalanya dipangkuanku walaupun aku sedang haidh, kemudian beliau membaca Al-Qur’an” (HR ‘Abdurrazaq)
· Beri sentuhan-sentuhan yang dibutuhkanya...
o Biasakan mandi bersama denganya tiap ada kesempatan
Dari Aisyah, ia menceritakan, “Aku pernah mandi bersama Rasulullah dalam satu bejana...” (HR. Bukhari dan Muslim)
#
Semisal di bathtub yang kita isi air hangat, ajak ia berendam disana. Gosok punggungnya lembut, beri pijatan yang akan membuatnya santai
o Pijat bagian tubuh yang disukainya, potong kuku dan jari kakinya, rapikan rambutnya
o Membiasakan saling menyisirkan rambut
Dari ‘Aisyah, ia berkata,
“Saya biasa menyisir rambut Rasulullah, saat itu saya sedang haidh” (HR Ahmad)
o Keramaskan rambutnya
o Saling memandikan
o Memotongkan rambutnya (kalau istri bisa)
o Membiasakan pijat atau garuk punggung dan kakinya
o Melepas leleh setelah seharian beraktifitas sembari bercengkrama
· Beri jatah waktu rutin pelaksanaan sentuhan-sentuhan ini, minimal:
o Tiap ba�da shalat berjamaah
o Tiap kita mau berangkat beraktifitas dan pulang beraktifitas
o Dan tiap saat bertemu atau hendak berpisah denganya meski cuma sebentar
o Tiap bercengkrama sebelum tidur
o Setiap mata kita menatapnya, rasakan betapa hati bergetar bergelora...
· Membiasakan mengatakan,”aku sayang kamu” tanpa bosan tiap bertemu denganya penuh rindu
o Sering-sering membisikkan kata-kata cinta, mesra dan godaan di telinganya
+ Tak bosan-bosan mengatakan padanya bahwa kita sangat mencintainya mengharap kebaikan untuknya
+ Buat ia tahu betapa kita mencintainya dan betapa berartinya ia bagi diri kita
+ Ekspresikan rasa cinta kita dengan kata-kata sepenuh perasaan, sepenuh kesungguhan, dan seluruh tubuh kita
o Ucapkan kata cinta spontan (bisikan mesra) di tempat umum yang ia takkan menduganya
+ Menunjukkan rasa kasih-sayang dan perhatian kita ketika bersamanya walau di depan khalayak ramai (muka umum)
o Dimanapun dan kapanpun secara spontan, kreatif penuh perasaan ucapkan rasa cinta kita dengan kata-kata terindah untuk sang istri
+ Menjaga sennatiasa bersikap spontan dan alamiah (dari hati terdalam kita)
+ Dan rasakan hidup bersamanya jadi terasa lebih indah, menarik dan ceria
o Rayu ia, dan biarkan ia balas merayu kita
o Ucapkan secara langsung di telinga istri, seperti melalui bisikan mesra
o Contoh variasi:
"Saat sang istri menyiapkan sarapan atau saat lagi masak di dapur secara dadakan kita beri pelukan manis (dekapan sayang) yang menentramkan, serta ungkapkan rasa cinta disertai ciuman hangat"
· Membiasakan memeluknya rutin sebelum kita mau melakukan aktivitas harian dan tiap habis pulang beraktivitas
o Menjadikan kebiasaan untuk sering merangkulnya, memeluknya, mengasihinya...
o Beri jatah rutin pelukan setiap hari;
Tiap habis shalat: subuh, dhuhur, �ashar, maghrib dan isya� dan shalat berjamaah lainya
Jika tidak berkesempatan bisa satukan 2 atau 3 pelukan dalam satu waktu luang (yang penting kualitasnya)
o Beri pelukan hangat pada tempat yang ia takkan menduga kita akan melakukanya
+ Pelukan dan ciuman lembut yang tiba-tiba, tidak seperti biasanya
o Ungkapkan betapa terasa damai dan tenteram saat berada dalam pelukan bersamanya
o Rasakan diri kita dengan istri begitu dekat satu sama lain, merasa tentram, saling mendukung dan saling mencintai
+ Ditambah wajah yang selalu sama-sama berseri maka akan membuat kita berdua tampak sebagai pasangan paling berbahagia dan begitu saling mencintai
"Ranum senyummu
Kupeluk-cium kau cintaku basah
Merangkum seluruh hadiah yang kukumpul
Untaian manik cahaya di matamu itu laut
Sedang kecantikan itu lukisan
Kulukis kau seindah mungkin
Kulantunkan untukmu, kenangan kita masih perawan
Mencintaimu hingga resah
Kau mutiara tak tertandingkan
Kuangankan kau
Dengan warna terindah yang hanya bermukim dimimpi"
· Juga membiasakan untuk menulis;"aku sayang kamu” sepenuh perasaan...
o Buat ia merasakan betapa perasaan meluap meluber lewat goresan pena untuknya
o Buat blog khusus berdua "tentang kehidupan kita berdua denganya sehari-harinya"
o Untuk postingan yang hanya perlu diketahui berdua, posting dalam mode private (pastikan tidak salah waktu kita klik posting, atau segera delet jika terlanjur)
o Tulis dimana-mana (seperti seorang anak muda yang sedang kasmaran)
Taruh di meja belajarnya
Selip di buku yang sedang dibacanya
Diatas baju di almari yang mudah dilihatnya
Didalam tasnya
Selipkan dalam kemejanya
Ditulis di kaca riasnya (dengan lipstiknya misalnya)
Di dapur: di rak kulkas, dipintu kulkas, digelas kesukaanya, dibuku resepnya (sekalian tulis; "terima-kasih sayang atas masakanya selama ini")
Diatas bantal/kursi kesukaanya
Di kamar mandi; dipintu , dihanduknya.,dikaca kamar mandi, diukir di sabun mandi
Diatas telephon
Dikamar tidur; dikasur, diatas bantal
Reminder HP-nya, SMS dan MMS
Di kendaraan
Dengan kartu-kartu cantik
Atau secarik kertas yang kita tempel di kulkas/pintu kamar dll
o Gunakan segala kreativitas kita dan biarkan sang istri menemukan pesan cinta kita ditempat tak terduga dan nikmati keasyikanya
o Buat hatinya selalu berbunga-bunga bahagia walaupun dengan cara agak norak (demi membahagiakanya)
o Dengan menulis insya Allah kita akan merasakan dorongan untuk bisa terus mewujudkanya secara istiqomah
o Variasi:
Seperti saat kita di tempat kerja, coba untuk...
o Mengirim surat cinta padanya lewat pak pos atau titip kepada siapa
Isinya bisa juga tentang kenangan saat meng-khitbah/ijab-qabul dirinya dan saat mulai mengenalnya
o Bisa juga dikirim via email, SMS, MMS atau E-card
o Telphon mendadak, "sudah kangen"
o Tanya kabar sang istri di rumah
o Katakan saat ini jika kita sedang memikirkanya
o Ngomong suatu hal yang menarik baginya
o Atau hanya ingin katakan pada sang istri, "aku sayang kamu"
o Kirim sms mesra menggodainya
· Petikkan setangkai bunga (dari halaman rumah) setiap pulang beraktivitas jika ia suka (tanpa bermaksud meniru orang kafir, sebab hal ini sudah umum; disukai kaum wanita), sebagaimana hadist ini...
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
+
“Siapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk golongan mereka” (Diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Daud, dishahihkan oleh Al Albany, lihat “Irwaul Ghalil“, no. 1269 dan “Shahihul Jami’” no. 6149)
o Tiap pagi petikkan bunga ditaman untuknya, taruh ditempat riasnya
Selipkan bunga segar di almari, diatas tempat tidur, selipkan di buku/kitabnya
o Dan beri bunga khusus saat lama tak ketemu atau habis bepergian jauh
· Buat puisi khusus untuknya
o Kirim/titip pos atau orang lain, atau berikan langsung atau langsung saja kita bacakan untuknya penuh perasaan
o Memintanya menanggapinya
Dan kalau bisa dalam bahasa yang sama (puisi) dan saat itu juga...
Memintanya untuk mengumpulkanya (buat berkas dan diary khusus)
· Buat daftar hal-hal yang membuat kita semakin mencintainya
Berikan daftar itu padanya, biarkan ia tahu dan semakin berbunga-bunga
Dengan cara sedikit konyol, sekaligus untuk memacu kebaikanya
· Memberikan variasi sentuhan yang berbeda ditiap kesempatan
“Adalah Rasulullah tidaklah setiap hari melainkan beliau mesti mengelilingi kami semua (istrinya) seorang demi seorang. Beliau menghampiri dan membelai kami dengan tidak mencampuri hingga beliau singgah ke tempat istri yang beliau giliri waktunya, lalu beliau bermalam di tempatnya” (HR Ahmad)
o Tempat, suasana, hiasan dan waktu yang berbeda-beda
o Yang senantiasa menyenangkan dihatinya
o Pakai wewangian atau pakaian yang disukainya
Atau biarkan sang istri yang memilihkan
o Berhias untuk sang istri sebagaimana kita juga senang jika ia berhias untuk diri kita
· Dan dimanapun ada kesempatan terus merayu istri, mencandainya, dan bermain-main denganya
Rayu ia, biarkan ia balas merajuk...
"Pada suatu ketika aku ikut bersama Rasulullah shallallahu �alaihi wasallam dalam sebuah lawatan. Pada waktu itu aku masih seorang gadis yang ramping. Beliau shallallahu �alaihi wasallam memerintahkan rombongan agar bergerak terlebih dahulu. Mereka pun berangkat mendahului kami. Kemudian beliau berkata kepadaku: "Kemarilah! sekarang kita berlomba lari" Aku pun meladeninya dan akhirnya aku dapat mengungguli beliau. Beliau shallallahu �alaihi wasallam hanya diam saja atas keunggulanku tadi. Hingga pada kesempatan lain, ketika aku sudah agak gemuk, aku ikut bersama beliau dalam sebuah lawatan. Beliau shallallahu �alaihi wasallam memerintahkan rombongan agar bergerak terlebih dahulu. Kemudian beliau menantangku berlomba kembali. Dan akhirnya beliau dapat mengungguliku. Beliau tertawa seraya berkata: "Inilah penebus kekalahan yang lalu!" (HR. Ahmad)
o Membiasakan bersenda gurau denganya
+ Saling berjenaka dan bersenda-gurau
+ Senyum tertawa riang bersama
+ Menceritakan berbagai lelucon yang bisa membuatnya senyum simpul tergelitik tawa
o Kadang berpura-pura bodoh (manja) dengan menanyakan ini-itu yang menarik baginya
+ Melontarkan humor-humor segar yang membuatnya geli
o Temukan kegiatan yang bisa kita nikmati berdua bersamanya, baik kegiatan luar ruangan maupun dalam ruangan (aktivitas bersama yang bisa dilakukan penuh gembira dan kekraban)
o Berusaha senantiasa menghadirkan suasana yang segar, hangat dan menyenangkan bagi istri kita (suasana berdua yang hangat dan romantis), bagi anak kita (bercanda bermain) di rumah kita Berusaha pandai membawa suasana yang segar, hangat seperti :
+ Membersihkan rumah bersama
+ Memasak bersama
+ Bermain-main dihalaman bersama
+ Main kuis/tebak-tebakan
+ Berolah-raga bersama
+ Jalan-jalan bersama
+ Main petak umpet sehabis suami pulang (saat lelah letih coba dibuat bingung mencari kehadiran sdang istri sampai kelelahan mencari, setelah lama nggak ketemu baru sang istri muncul dengan senyum ceria dan katakan..."SUPRISE" ^_^)
o Sambil bermain bisa asyik santai bercanda, dan beri kejutan untuknya jika ia yang menang
· Bila cuaca sejuk, jangan lupa rapatkan diri kita padanya
o Biarkan kehangatan tubuh kita menghangatkan jiwanya
o Tidak lupa adab-adab dan do�anya
o Buat ia tak merasa segan saat menginginkanya
o Memuaskan kebutuhan istri dan memahami keinginanya
Pahami gerak-gerik dan kode istri yang jadi kesepakatan sebelumnya
Berusaha peka (memahami) isyarat-isyarat yang ada padanya
o Senantiasa mengiringi takbir dan tasbih ditiap tarikan nafas
o Seorang istri terbaik adalah istri yang melepaskan sifat malunya saat ia membuka bajunya dihadapan suaminya, dan memasang kembali sifat malunya ketika dia memakai kembali pakaiannya
Berusaha menjadi “penggoda” (genit) didepan suami sendiri
Tak perlu malu-malu, untuk membuka pakaian didepan suami
Dan juga percakapan yang hanya boleh untuk suami-istri
· Tiap akan meninggalkan rumah tatap dalam-dalam matanya
o Beri senyuman termanis (terbaik) yang bisa kita berikan
o Serta kedipan sayang penuh harap
o Beri sentuhan terbaik setiap saat
o Mengutarakan betapa ia begitu berharga dan betapa kita bahagia bersamanya, sembari mengingat...
"Bagaimana seandainya sang istri tidak dipersunting oleh suami yang dicintainya saat ini"
"Dan bagaimana seandainya sang suami tidak dipertemukan dengan permata berharganya saat ini"
· Ajak ia bersama-sama mengusahakan cari ide dan cara yang lebih mengasyikkan demi kemesraan berdua
Rasakan kita semakin sayang setiap hari padanya
Rasakan keharmonisan dan keceriaan hidup bersamanya
Nyalakan Lentera Bahtera Kita
Adindaku, mari kita menangis
Menyusuri lorong sunyi
Biarlah kita tebus bahagia dengan kengiluan
Kita terima guratan kesedihan
Terus kita kayuh rakit ketengah-tengah danau
Kita nyalakan lentera harapan diatasnya
Kita jaga sedemikian rupa
Biarkan hati turut bercahaya
Dan dosa menjadi debu-debu
Nurani kita meluap…
Menjadi pendengar yang baik (pendengar aktif) serta menghargai nasehat dan perasaanya
· Pahami; "ia lebih banyak bicara dengan perasaanya..."
o Berikan istri kita kebebasan untuk mengungkapkan segala unek-unek dan perasaanya (termasuk keluhan, kemarahan, harapan dan kekecewaanya)
+ Berusaha jadi pendengar yang baik agar kita bisa lebih memahami isi hati dan masalah yang dihadapi istri kita
+ Jangan pernah kita biarkan istri kita memendam perasaanya karna merasa malu atau segan, jangan biarkan istri kita membungkam mulut karna merasa takut, serta jangan biarkan istri kita selalu mengalah karna ingin menghindari konflik dengan diri kita
o Dengarkan perkataanya penuh seksama, tatap lekat-lekat matanya
o Tunjukkan bahwa kita benar-benar memperhatikanya
o Sering-sering menimpali, "betul sayang"
o Dan untuk menunjukkan kesungguhan perkataan kita, sembari kita pegang/sentuh tubuhnya menguatkanya
+ Mengarahkan seluruh tubuh kita padanya ketika ia sedang bic
kerjakan dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain
فَإِذَا فَرَغْتَ فَانصَبْ
وَإِلَى رَبِّكَ فَارْغَبْ
“Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan),
Kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain (7)
Dan hanya kepada Tuhan-mulah hendaknya kamu berharap(8)”
(Al –Insyirah: 7-8)
~ ~ ~
Alhamdulillah...
Betapa lega hari ini,
Engkau beri kelapangan dan penyelesaian yaa Allah...
"Betapa Engkau maha pemurah yaa Allah... kepada-Mu kembali segala urusan..."
"Kepada-Mu kami berharap..."
"...Semangat, Seemaannnggggaaaaattttttttt!!!!...."
Tags: islamicwriting
وَإِلَى رَبِّكَ فَارْغَبْ
“Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan),
Kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain (7)
Dan hanya kepada Tuhan-mulah hendaknya kamu berharap(8)”
(Al –Insyirah: 7-8)
~ ~ ~
Alhamdulillah...
Betapa lega hari ini,
Engkau beri kelapangan dan penyelesaian yaa Allah...
"Betapa Engkau maha pemurah yaa Allah... kepada-Mu kembali segala urusan..."
"Kepada-Mu kami berharap..."
"...Semangat, Seemaannnggggaaaaattttttttt!!!!...."
Tags: islamicwriting
اللّهُمَّ أَصْلِحْ لِي دِيْنِي الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِي وَأَصْلِحْ لِي دُنْيَايَ الَّتِي فِيْهَا مَعَاشِي، وَأَصْلِحْ لِي آخِرَتِي الَّتِي إِلَيْهَا مَعَادِيْ وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِي فِي كُلَِّ خَيْرٍ وَالْمَوْتَ رَاحَةً لِي مِنْ كُلِّ شَرٍّ
"Ya Allah...
Perbaikilah kehidupan agamaku, yang ia adalah benteng bagi segala urusanku
Perbaiki urusan duniaku yang padanya kehidupanku
Perbaikilah akhiratku, yang padanya tempatku kembali
Jadikanlah hidup ini sebagai lahan upayaku menambah segala kebajikan
Dan jadikanlah mati sebagai titik henti bagiku dari segala keburukan"
[Shahih Muslim, Kitab Adz-DzikrWad-Du’a wat-Taubah wal Istighfar, bab At-Ta’awwudz minSyarri Ma’Amila wa MinSyarriMalamYa’mal]
|[Cari referensi Quran & Hadist]|
"Ya Allah...
Perbaikilah kehidupan agamaku, yang ia adalah benteng bagi segala urusanku
Perbaiki urusan duniaku yang padanya kehidupanku
Perbaikilah akhiratku, yang padanya tempatku kembali
Jadikanlah hidup ini sebagai lahan upayaku menambah segala kebajikan
Dan jadikanlah mati sebagai titik henti bagiku dari segala keburukan"
[Shahih Muslim, Kitab Adz-DzikrWad-Du’a wat-Taubah wal Istighfar, bab At-Ta’awwudz minSyarri Ma’Amila wa MinSyarriMalamYa’mal]
|[Cari referensi Quran & Hadist]|
Langganan:
Postingan (Atom)





















